Workshop 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Bidang Kesehatan Dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Samboja

Samboja, 10 September 2026 – UPTD Puskesmas Samboja melaksanakan Workshop 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Bidang Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Samboja pada 7–10 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua angkatan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu.

Workshop ini merupakan bagian dari penguatan Posyandu Bidang Kesehatan melalui Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui pendekatan tersebut, pelayanan Posyandu diarahkan untuk menjangkau masyarakat pada seluruh tahapan siklus hidup, mulai dari bayi, anak, remaja, usia dewasa, hingga lanjut usia.

Dilaksanakan dalam Dua Angkatan

Angkatan I dilaksanakan pada 7–8 September 2026 bertempat di BPU Sungai Seluang. Peserta berasal dari kader kesehatan Desa Sungai Seluang dan Desa Karya Jaya. Kegiatan ini diikuti oleh 60 kader kesehatan dan didampingi oleh 3 tenaga kesehatan di wilayah.

Sementara itu, Angkatan II dilaksanakan pada 9–10 September 2026 bertempat di BPU Kampung Lama, dengan peserta kader kesehatan dari wilayah Kampung Lama, Wonotirto, dan Tanjung Harapan. Sebanyak 61 kader kesehatan mengikuti kegiatan yang didampingi oleh 5 tenaga kesehatan di wilayah.

Pelaksanaan dalam dua angkatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pembelajaran yang lebih optimal sehingga kader memperoleh pemahaman dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan pelayanan Posyandu di wilayah masing-masing.

Membekali Kader dengan 25 Keterampilan Dasar

Dalam workshop, kader mendapatkan pembekalan melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik keterampilan yang berkaitan dengan pelayanan Posyandu bidang kesehatan.

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan Posyandu; keterampilan pelayanan ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui; keterampilan pelayanan bayi dan balita; komunikasi efektif; keterampilan pelayanan usia anak sekolah dan remaja; serta keterampilan pelayanan usia dewasa dan lansia.

Pembekalan tersebut ditujukan agar kader semakin memahami tugas dan perannya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Kader diharapkan mampu melakukan pemantauan sasaran, memberikan edukasi kesehatan, mengenali masalah kesehatan, serta melaksanakan komunikasi dan tindak lanjut sesuai dengan kewenangan kader.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan berbagai keterampilan yang dipelajari. Praktik menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran agar kader lebih siap menerapkan keterampilan tersebut dalam kegiatan Posyandu di masyarakat.

Didukung Narasumber dan Kolaborasi Lintas Sektor

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi dan pendampingan kepada para peserta, yaitu:

  • Ismah Syakirah, SKM., M.Epid.

  • Bdn. Yuni Ikawati, S.Tr.Keb.

  • Devianti Ravika, S.Tr.Gz.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari PT Pertamina EP Sanga Sanga serta masing-masing kelurahan dan desa yang menjadi wilayah peserta.

Dukungan dan kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Sinergi antara Puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, kader, serta mitra terkait diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung peningkatan kapasitas kader dan keberlanjutan pelayanan Posyandu.

Memperkuat Kader, Memperkuat Posyandu

UPTD Puskesmas Samboja berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas kader secara berkelanjutan. Kader merupakan salah satu unsur penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membantu mengoptimalkan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di tingkat Posyandu.

Dengan meningkatnya keterampilan kader dan semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor, diharapkan Posyandu Bidang Kesehatan dapat memberikan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat pada seluruh tahapan siklus hidup.

Bersama memperkuat kader, memperkuat Posyandu, dan mewujudkan masyarakat Samboja yang lebih sehat.

UPTD Puskesmas Samboja
Bersama Masyarakat, Menuju Samboja Sehat

Waspada Gangguan Pernapasan Akibat Asap KARHUTLA!

Waspada Gangguan Pernapasan Akibat Asap KARHUTLA!

Samboja, Kutai Kartanegara — Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) yang sering terjadi di musim kemarau tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu paparan kabut asap berbahaya yang mengancam saluran pernapasan masyarakat. Mengenali gejala gangguan pernapasan sejak dini menjadi kunci penting agar penanganan medis dapat dilakukan secara tepat sebelum kondisi memburuk.

Paparan asap KARHUTLA dapat menimbulkan efek kesehatan yang bervariasi pada setiap individu, mulai dari tingkat ringan hingga kondisi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Tingkatan Gejala Gangguan Pernapasan Akibat Asap KARHUTLA

1. Gejala Ringan (Sering Muncul di Tahap Awal) Pada paparan awal, tubuh akan memberikan respons iritasi. Gejala ini sering diabaikan, padahal merupakan sinyal pertama agar kita mulai membatasi aktivitas di luar ruangan:

  • Batuk kering

  • Pilek

  • Iritasi tenggorokan

  • Mata perih atau memerah

  • Sakit kepala

2. Gejala Sedang (Perlu Diwaspadai) Jika paparan asap berlanjut atau kondisi tubuh menurun, gejala dapat berkembang menjadi lebih serius dan mengganggu aktivitas harian:

  • Sesak napas

  • Batuk berdahak

  • Dada terasa berat

  • Tubuh mudah lelah

3. Gejala Berat (Segera Cari Pertolongan Medis!) Ini merupakan kondisi gawat darurat akibat paparan polutan atau perburukan penyakit bawaan (seperti asma atau ISPA berat). Segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan jika menemukan tanda-tanda berikut:

  • Sesak napas berat

  • Nyeri dada

  • Bibir atau wajah kebiruan (sianosis)

  • Hilang kesadaran

Segera Bawa ke UPTD Puskesmas Samboja

Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala yang tidak kunjung membaik atau menunjukkan tanda-tanda memberat.

UPTD Puskesmas Samboja siap memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat yang terdampak paparan asap KARHUTLA. Selalu jaga kondisi tubuh dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengonsumsi air putih yang cukup, serta membatasi kontak langsung dengan kabut asap.

Lindungi Diri dari Bahaya Asap Kebakaran Hutan: Gunakan Masker dan Kurangi Paparan Asap

Lindungi Diri dari Bahaya Asap Kebakaran Hutan: Gunakan Masker dan Kurangi Paparan Asap

Samboja, Kutai Kartanegara — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengancam kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dari kebakaran membawa berbagai partikel halus dan zat berbahaya yang dapat masuk ke saluran pernapasan serta menyebabkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Asap kebakaran hutan mengandung partikel halus (PM2.5), gas berbahaya, dan polutan lainnya yang dapat terhirup hingga masuk ke dalam paru-paru. Paparan dalam jangka pendek maupun panjang dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan pernapasan yang lebih serius.

Dampak Paparan Asap Kebakaran Hutan

Beberapa gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap kebakaran antara lain:

  • Batuk
    Asap dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga menyebabkan refleks batuk.
  • Sesak Napas
    Partikel asap dapat mengganggu fungsi paru-paru dan memperberat keluhan pada penderita gangguan pernapasan.
  • Mata Perih dan Iritasi
    Kandungan zat dalam asap dapat menyebabkan mata terasa kering, merah, dan tidak nyaman.
  • Tenggorokan Terasa Iritasi
    Menghirup udara yang tercemar asap dapat menyebabkan rasa gatal atau nyeri pada tenggorokan.

Kelompok yang Perlu Mendapat Perhatian Lebih

Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama terhadap paparan asap kebakaran. Kelompok berikut perlu mendapatkan perhatian lebih:

  • Bayi dan anak-anak karena sistem pernapasannya masih berkembang.
  • Ibu hamil karena paparan polusi udara dapat memberikan risiko terhadap kesehatan ibu dan janin.
  • Lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah.
  • Orang dengan gangguan pernapasan seperti asma atau penyakit paru lainnya.

Kelompok tersebut lebih rentan mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap kebakaran.

Cara Mengurangi Paparan Asap Kebakaran Hutan

Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga, antara lain:

1. Gunakan Masker

Gunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan rapat ketika harus beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara memburuk.

2. Tetap Berada di Dalam Ruangan

Batasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dipenuhi asap. Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.

3. Gunakan Penyaring Udara Jika Tersedia

Penggunaan alat penyaring udara dapat membantu memperbaiki kualitas udara di dalam ruangan.

4. Hindari Aktivitas Berat di Luar Ruangan

Aktivitas fisik berat dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke paru-paru sehingga memperbesar paparan polutan.

5. Jaga Kondisi Tubuh

Pastikan tubuh tetap sehat dengan mencukupi kebutuhan air minum, mengonsumsi makanan bergizi, dan segera memeriksakan diri apabila muncul keluhan kesehatan.

Lindungi Diri, Lindungi Keluarga

Pencegahan merupakan langkah penting dalam menghadapi dampak asap kebakaran hutan. Dengan menggunakan masker, mengurangi paparan asap, dan menjaga kondisi tubuh, masyarakat dapat membantu melindungi kesehatan diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.

Jangan lupa bagikan informasi ini kepada keluarga dan masyarakat sekitar agar semakin banyak yang terlindungi dari bahaya asap kebakaran hutan.

 

UPTD Puskesmas Samboja
Sehat Bersama, Masyarakat Terlindungi

Puskesmas Samboja Laksanakan Kegiatan Active Case Finding (ACF) untuk Percepatan Penemuan Kasus TBC

Puskesmas Samboja Laksanakan Kegiatan Active Case Finding (ACF) untuk Percepatan Penemuan Kasus TBC

Samboja, 28 Agustus 2026 — Puskesmas Samboja melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) sebagai upaya meningkatkan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada 26–28 Agustus 2026, dengan menyasar masyarakat di sejumlah wilayah kerja Puskesmas Samboja.

Active Case Finding (ACF) merupakan kegiatan penemuan kasus penyakit, khususnya TBC, secara proaktif dengan pendekatan jemput bola. Melalui kegiatan ini, petugas kesehatan secara langsung mendatangi masyarakat dan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi untuk melakukan penjaringan dan pemeriksaan, sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih dini dan tidak hanya bergantung pada pasien yang datang berobat ke fasilitas kesehatan.

Pelaksanaan ACF bertujuan untuk menemukan kasus TBC yang belum terdeteksi, mempercepat diagnosis dan penanganan pasien, serta memutus rantai penularan TBC di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan pengobatan maupun langkah pencegahan sedini mungkin kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun sasaran kegiatan ACF meliputi kontak erat atau anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC, masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan atau gejala lain yang mengarah pada TBC, serta kelompok rentan, di antaranya penderita diabetes, perokok aktif, dan balita dengan kondisi gizi kurang.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ACF Puskesmas Samboja dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Gedung BPU Sungai Seluang, Gedung BPU Kampung Lama, dan Gedung BPU Bukit Raya.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Samboja terus berkomitmen untuk meningkatkan upaya deteksi dini TBC dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penemuan kasus secara aktif diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus membantu mencegah penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Puskesmas Samboja mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala TBC dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Bersama-sama, kita wujudkan masyarakat Samboja yang lebih sehat dan bebas TBC.

Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Kesehatan Desa Bukit Raya dan Beringin Agung

Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Kesehatan Desa Bukit Raya dan Beringin Agung

Desa Bukit Raya menjadi lokasi pelaksanaan Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Kesehatan yang diikuti oleh seluruh kader kesehatan dari Desa Bukit Raya dan Desa Beringin Agung. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dan diselenggarakan bekerja sama dengan BAPELKES sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di

bidangnya, yaitu Ismah Syakirah, SKM., M.Epid sebagai pemateri bidang Promosi Kesehatan, Yuni Ikawati, S.Tr.Keb sebagai Bidan, serta Devianti Ravika, S.Gz sebagai Ahli Gizi. Ketiga narasumber memberikan materi dan praktik terkait 25 keterampilan dasar kader kesehatan yang menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di masyarakat.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Kepala Puskesmas Su’ud, S.Kep memberikan surat perintah tugas kepada para narasumber sebagai bentuk dukungan dan komitmen Puskesmas dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan di wilayah kerja.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Camat Samboja, Kepala Desa Bukit Raya dan Kepala Desa Beringin Agung, Ketua dan Pengurus PKK Kecamatan Samboja serta PKK Desa, Kepala Puskesmas beserta tenaga kesehatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, ibu rusdiana selaku bu camat samboja Samboja menegaskan pentingnya seluruh desa dan kelurahan untuk mulai merencanakan dan menganggarkan pelaksanaan Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Kesehatan.

Menurut beliau, kader kesehatan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar dalam mendukung berbagai program kesehatan di masyarakat, mulai dari kegiatan Posyandu, kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Beliau juga menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi sangat penting, karena merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh kader kesehatan untuk memperoleh sertifikat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah desa dan kelurahan

 

diharapkan dapat memberikan dukungan penuh agar seluruh kader kesehatan memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan dan meningkatkan kompetensinya.

Selama dua hari pelatihan, para kader mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan antusias. Selain mendapatkan materi teori, peserta juga memperoleh praktik langsung terkait keterampilan dasar kader kesehatan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pelayanan kesehatan di lapangan.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keberhasilan mengikuti pelatihan, seluruh peserta menerima sertifikat yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Melalui pelatihan ini diharapkan kader kesehatan Desa Bukit Raya dan Desa Beringin Agung semakin terampil, profesional, dan siap menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan, edukasi, serta pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, tenaga kesehatan, PKK, dan seluruh lintas sektor diharapkan terus terjalin untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

 

Copyright pkmsamboja.com© All rights reserved | Theme by pkmsamboja.com 2024

ALAMAT

  • Jl. Balikpapan Handil No.2 RT4 Sungai Seluang, Kec Samboja. Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur 75274
  • (0541) 7895762

LOKASI