Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Kesehatan Desa Bukit Raya dan Beringin Agung

Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Kesehatan Desa Bukit Raya dan Beringin Agung

Desa Bukit Raya menjadi lokasi pelaksanaan Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Kesehatan yang diikuti oleh seluruh kader kesehatan dari Desa Bukit Raya dan Desa Beringin Agung. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dan diselenggarakan bekerja sama dengan BAPELKES sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di

bidangnya, yaitu Ismah Syakirah, SKM., M.Epid sebagai pemateri bidang Promosi Kesehatan, Yuni Ikawati, S.Tr.Keb sebagai Bidan, serta Devianti Ravika, S.Gz sebagai Ahli Gizi. Ketiga narasumber memberikan materi dan praktik terkait 25 keterampilan dasar kader kesehatan yang menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di masyarakat.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Kepala Puskesmas Su’ud, S.Kep memberikan surat perintah tugas kepada para narasumber sebagai bentuk dukungan dan komitmen Puskesmas dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan di wilayah kerja.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Camat Samboja, Kepala Desa Bukit Raya dan Kepala Desa Beringin Agung, Ketua dan Pengurus PKK Kecamatan Samboja serta PKK Desa, Kepala Puskesmas beserta tenaga kesehatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, ibu rusdiana selaku bu camat samboja Samboja menegaskan pentingnya seluruh desa dan kelurahan untuk mulai merencanakan dan menganggarkan pelaksanaan Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Kesehatan.

Menurut beliau, kader kesehatan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar dalam mendukung berbagai program kesehatan di masyarakat, mulai dari kegiatan Posyandu, kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Beliau juga menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi sangat penting, karena merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh kader kesehatan untuk memperoleh sertifikat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah desa dan kelurahan

 

diharapkan dapat memberikan dukungan penuh agar seluruh kader kesehatan memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan dan meningkatkan kompetensinya.

Selama dua hari pelatihan, para kader mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan antusias. Selain mendapatkan materi teori, peserta juga memperoleh praktik langsung terkait keterampilan dasar kader kesehatan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pelayanan kesehatan di lapangan.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keberhasilan mengikuti pelatihan, seluruh peserta menerima sertifikat yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Melalui pelatihan ini diharapkan kader kesehatan Desa Bukit Raya dan Desa Beringin Agung semakin terampil, profesional, dan siap menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan, edukasi, serta pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, tenaga kesehatan, PKK, dan seluruh lintas sektor diharapkan terus terjalin untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

 

Hasil Monitoring Evaluasi dan tindak langjut indicator nasional Mutu Puskesmas Samboja

Hasil Monitoring Evaluasi dan tindak langjut indicator nasional Mutu Puskesmas Samboja

SENIN, 31 Juli 2023

RUN CHART HASIL CAPAIAN

PENGUKURAN INDIKATOR NASIONAL MUTU, INDIKATOR MUTU PRIORITAS PUSKESMAS (IMPP) dan MUTU PRIORITAS PELAYANAN (IMPPel) PUSKESMAS SAMBOJA 2023

Berdasarkan Hasil Dari Grafik Indikator Nasional Mutu pada bulan Mei di dapatkan hasil pada INM Kepatuhan Kebersihan Tangan, Kepatuhan APD , Kepatuhan Identifikasi Pasien, Keberhasian Pengobatan TB SO, Pelayanan ANC sesuai Standar dan Kepuasan Pasien yaitu (100%) , Pada bulan Juni yang paling rendah yaitu Kepuasan pasien  (85,34%) , Pada bulan Juli terendah Pada INM Keberhasilan Pengobatan TB SO didapatkan hasil (60%), bulan Agustus INM keseluruhan  rata rata (100%) .

INDIKATOR MUTU PRIORITAS PELAYANAN (IMPPel) & INDIKATOR MUTU PRIORITASPUSKESMAS (IMPP) PUSKESMAS SAMBOJA TRIWULAN I

Pelaksanaan Vaksin AstraZeneca Dosis pertama Di puskesmas Samboja

Pelaksanaan Vaksin AstraZeneca Dosis pertama Di puskesmas Samboja

Kegiatan Imunisasi DI puskesmas Samboja berjalan dengan lancar

Selaku pimpinan puskesmas memberikan arahan kepada masyarakat agar  tetap menjaga jarak, memakai masker dan juga tertib dalam aturan Protokol Kesehatan , Masyarakat yang hadir terlihat sangat memperhatian arahan dari pimpinan puskesmas sehingga selama kegiatan berlangsung masyarakat dengan sangat tertib melaksanakan protokol kesehatan serta pelaksanaan vaksinasi di puskesmas samboja di bantu oleh petugas kesehatan , dan juga pihak keamanan.

ALUR MEJA PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI PUSKESMAS SAMBOJA :

  1. Meja Pertama

Pendaftaran

Terdapat petugas kesehatan untuk melakuan pendaftaran dan di minta untuk mempersiapkan KTP , disini petugas memanggil sasaran penerima vaksinasi ke meja pertama sesuai dengan nomor urutan kedatangan, selanjutnya di arahkan untuk pindah ke meja selanjutnya

  1. Meja Kedua

Skrining

Pertugas melakukan Skrining Kesehatan dengan memeriksa fisik seperti , melakukan tensi, suhu tubuh, saturasi Oksigen , tes darah,  dan juga wawancara terkait kesehatan individu, seperti berat badan , tinggi badan , golongan darah .

  1. Meja Ketiga

Anamnesa

Pada tahap ini dilakukan komunikasi atau dialog antar dokter, staf medis yang bertujuan untuk mengumpulkan data tentang masalah kesehatan dan medis masyarakat sehingga dapat mengidentifikasi perkiraan diagnosis/masalah medis yang di hadapi.

  1. Meja Keempat

Pelayanan Vaksinasi,

Vaksinasi dilakukan oleh Vaksinator kepada penerima vaksin, disini vaksin Covid-19 diberikan secara intra muskular atau melalui lengan sebelah kiri sesuai prinsip penyuntikan aman .

  1. Meja kelima

Petugas menerima memo untuk memasukkan hasil vaksin dengan jenis vaksin dan nomor batch vaksin . Pasien di lakukan observasi dengan menunggu selama 15 menit untuk mengantisipasi tejadinya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Kemudian Setelahnya di berikan kartu vaksin oleh petugas .

Setelah melakukan vaksin pertama dengan jenis AstraZeneca, Disarankan untuk menerima vaksin kedua dengan dosis vaksin dari jenis vaksin yang sama, menerima dua dosis vaksin Covid-19 akan memberikan tubuh perlindungan yang maksimal terhadap kemungkinan infeksi dan kompikasi akibat virus Corona, juga partisipasi Anda dalam program vaksinasi ini juga akan mempercepat pembentukan Herd Immunity guna mengakhiri Covid-19 di masa pandemi ini,

Tetapi juga perlu di ingat bahwa menerima vaksin bukan berarti sepenuhnya terlindungi dari virus Corona, tetapi juga tetap perlu menerapkan protokol kesehatan dengan sering-sering mencuci tangan, selalu mengenakan masker saat berada diluar rumah , menjaga jarak aman, juga menghindari keramaian dengan berdesak-desakan .

 

Pelaksanaan Vaksinasi ke dua di Puskesmas Samboja

Pelaksanaan Vaksinasi ke dua di Puskesmas Samboja

Pelaksanaan vaksin ke dua Covid-19 di Puskesmas Samboja pada hari Selasa, 24 Agustus 2021 pukul 08.00-12.00. Vaksin di berikan kepada masyarakat yang sudah mendapatkan dosis 1 pada tanggal (02/07/2021) dan (03/07/2021) di puskesmas Samboja . Pada vaksinasi ke dua terdapat sebanyak 170 dosis, masyarakat di haruskan untuk membawa kartu vaksin dan ktp  .

Pada pelaksanaan tersebut masyarakat terlihat mematuhi protokol kesehatan yang ada , dengan menggunakan masker , menjaga jarak, dan juga tertib dalam pelaksanaan vaksin tersebut , pelaksanaan di bantu oleh petugas kesehatan Puskesmas Samboja dan juga pihak keamanan .

Tujuan Vaksinasi ini untuk memberikan kekebalan pada seseoang terhadap virus Covid-19 , dengan adanya vaksinasi ini semoga bisa mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia . Untuk menghadapi pandemi ini masyarakat di haruskan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 , tetapi juga tetap tidak mengabaikan protokol kesehatan yang ada, karena penanganan pandemi tidak bisa di lakukan secara tunggal , tetapi juga komprehensif dengan melibatkan prokes yang ketat demi mengurangi angka kesakitan ataupun kematian yang terjadi pada situasi pandemi saat ini . 

Pelaksanaan Dosis Vaksin Sinovac di Kelurahan Amborawang Laut wilayah Kerja Puskesmas Samboja

Pelaksanaan Dosis Vaksin Sinovac di Kelurahan Amborawang Laut wilayah Kerja Puskesmas Samboja

Puskesmas Samboja kembali melaksanakan kegiatan imunisasi rutin dan penyuluhan kesehatan sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi bayi, balita, serta keluarga di wilayah kerja Puskesmas Samboja.

Kegiatan imunisasi dilaksanakan di ruang pelayanan imunisasi Puskesmas Samboja dengan sasaran bayi dan balita yang telah terjadwal untuk menerima imunisasi sesuai program nasional. Petugas kesehatan memberikan pelayanan imunisasi dengan tetap memperhatikan standar keselamatan dan kenyamanan bagi anak serta pendamping.

Selain pelayanan imunisasi, Puskesmas Samboja juga mengadakan penyuluhan kesehatan yang diikuti oleh para orang tua dan masyarakat sekitar. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya imunisasi lengkap untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), pemantauan tumbuh kembang anak, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga.

Kepala Puskesmas Samboja menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu langkah efektif dalam melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat juga diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Imunisasi lengkap dan tepat waktu sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pencegahan penyakit melalui pola hidup sehat,” ujarnya.

Peserta penyuluhan tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi dengan petugas kesehatan mengenai berbagai permasalahan kesehatan yang sering ditemui di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Samboja berharap cakupan imunisasi dapat terus meningkat dan masyarakat semakin memahami pentingnya upaya promotif serta preventif dalam menjaga kesehatan. Puskesmas Samboja berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas guna mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Samboja

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Samboja

PENYULUHAN PHBS 6 LANGKAH CUCI TANGAN DAN CARA MEMAKAI MASKER YANG BAIK

Dalam Indikator PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) salah satunya mencuci tangan dengan air mengalir dengan sabun yang merupakan sekumpulan perilaku yang dilakukan karena kesadaran dari hasil pembelajaran, yang membuat individu atau keluarga dapat menjaga dan memelihara kesehatan serta berperan aktif untuk mewujudkan masyarakat sehat. Virus Corona ini menyebar dari cairan yang biasanya disebut droplet atau cairan pernafasan yang keluar saat batuk dan bersin. Maka dari itu pemerintah menganjurkan dan mewajibkan masyarakat untuk selalu memakai masker dan selalu cuci tangan dengan benar. Di masa Pandemi sekarang ini, masyarakat dihimbau untuk selalu rutin mencuci tangan guna mencegah penularan covid-19.  Salah satu pilar utama dalam Indonesia Sehat dan merupakan salah satu strategi untuk mengurangi beban negara dan masyarakat terhadap pembiayaan kesehatan yaitu PHBS (Kemenkes RI, 2014) 

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan upaya yang direkomendasikan untuk mencegah penyakit, dengan pertimbangan bahwa sabun mudah diperoleh dan terjangkau. CTPS yang benar adalah dengan memakai sabun dan air mengalir. Alasan dibaliknya adalah bahwa sabun terdiri dari rantai karbon hidrofobik yang melekat pada kuman di tangan yang disabuni dan membentuk molekul yang sangat halus. Ketika tangan dibilas air, sabun menggelontorkan molekul tersebut bersama kuman dan air bilasan. Dengan mekanisme inilah sabun mampu memutuskan rantai penyebaran kuman penyebab penyakit menular. Tangan kita merupakan bagian tubuh yang paling aktif dipergunakan dalam kehidupan seharihari. Sering kali tidak disadari betapa banyak benda yang disentuh selama kurun waktu 1 jam saja ,
Kegiatan penyuluhan PHBS ini di lakukan pada 9 kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas samboja, Pada saat kegiatan, masyarakat sangat memperhatikan dari penjelasan yang telah di sampaikan , membahas mengenai “tepung selaci puput”, trnyata banyak yang belum mengetahui apa itu “tepung selaci puput” ,lalu kemudian di jelaskan bahwa tepung selaci puput termasuk dalam 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar , yaitu Telapak tangan , Punggung tangan , sela-sela jari, kunci, putar dan kemudian putar lagi tetapi dengan gerakan yang berbeda ,  kemudian mengarahkan masyarakat untuk  memperagakan cara mencuci tangan yang baik dan benar agar masarakat selalu ingat dengan cara 6 langkah mencuci tangan.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan tentang pentingnya mencuci tangan, masyarakat mulai mengetahui pentingnya mencuci tangan . Masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui 6 langkah mencuci tangan yang benar kemudian menjadi tau , dan akan mulai membiasakan diri untuk mencuci tangan. Kami mengharapkan dengan kegiatan ini masyarakat bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjauhkan dan menghindari diri mereka dari serangan penyakit khususnya Virus Corona .

Bagaimana Situasi Covid-19 di Kukar minggu kedua Juli?

Bagaimana Situasi Covid-19 di Kukar minggu kedua Juli?

Kasus Positif minggu ini sebanyak 1.369 kasus, naik sebanyak 775 jumlah dari minggu sebelumnya yang berjumlah 594 kasus. Rata-rata kasus positif diminggu ini yaitu 196 kasus, sehingga didapat 3 hari yang berjumlah di atas rata-rata mingguan. Kasus positif tertinggi diminggu ini sebesar 248 kasus.

Sementara untuk kasus sembuh di minggu ini sebanyak 233 kasus, naik sebanyak 106 kasus dari minggu sebelumnya yang berjumlah 127 kasus. Rata-rata kasus sembuh diminggu ini yaitu 33 kasus, sehingga didapat 4 hari yang berjumlah di atas rata-rata mingguan. Kasus sembuh tertinggi diminggu ini sebesar 47 kasus.

Sedangkan kasus meninggal dunia minggu ini berjumlah 17 kasus, naik 4 kasus dari minggu sebelumnya.

Jumlah Kasus Covid-19 di Kukar saat ini mencapai 14.924 kasus terdiri dari : 14.914 kasus baru dan 10 kasus reinfeksi, dengan rincian 1.895 orang sedang menjalani isolasi, 12.759 orang dinyatakan telah sembuh270 kasus meninggal dunia dan 7 kasus probable.(nf)

infografik : http://dinkes.kukarkab.go.id/statis-26-laporan-mingguan-covid19-kukar.html

Update Situasi Terkini Pandemi COVID-19 Kutai Kartanegara

Update Situasi Terkini Pandemi COVID-19 Kutai Kartanegara

Saat ini ketersediaan Rapid Diagnostik Test (RDT) untuk COVID-19 di Kutai Kartanegara cukup memadai, sehingga Dinas Kesehatan telah melakukan tes cepat terhadap kelompok berisiko tinggi menularkan serta kontak eratnya berdasarkan hasil pemetaan yang telah dibuat oleh tim surveilans Dinkes, salah satu kelompok berisiko tinggi ini adalah Pelaku Perjalanan dari acara Ijtima Gowa.

  1. Dari 263 orang yang sudah dilakukan tes cepat, terdapat sebanyak 21 orang dengan hasil reaktif dengan rincian 19 orang Pelaku Perjalanan dan 2 orang anggota keluarga dari 2 orang Pelaku Perjalanan tersebut. Kegiatan tes ini masih berlangsung terus di kecamatan-kecamatan yang ada d Kutai Kartanegara. Data memang berkembang dinamis di lapangan karena terdapat Pelaku Perjalanan yang baru sekarang melaporkan dirinya.
  2. Domisili Pelaku Perjalanan termasuk dengan kontak eratnya yang hasil test nya ditemukan reaktif berasal dari :
    • Muara Badak sebanyak 9 orang;
    • Tenggarong sebanyak 5 orang;
    • Sanga Sanga sebanyak 2 orang;
    • Loa Janan sebanyak 3 orang;
    • Loa Kulu sebanyak 2 orang
    • Informasi untuk kecamatan lain akan disampaikan setelah semua tes cepat selesai dilaksanakan.
  3. Saudara-saudara kita ini tidak menunjukkan gejala yang mengarah kepada COVID-19, namun jika nanti hasil swab nya positif maka status nya akan berubah menjadi Terkonfirmasi Positif.
  4. Sebagai informasi bahwa alat tes cepat yang digunakan di tahap pertama lebih berfungsi sebagai skrining awal. Saat tubuh merasa bahwa ada infeksi yang terjadi, kadar antibodi yang dikenal sebagai IgM di tubuh akan meningkat, sebagai persiapan melawan virus. Lalu, setelah beberapa saat, kadar IgM akan mulai menurun, digantikan oleh IgG yang akan muncul dalam waktu yang cukup lama. Skrining awal belum dapat membedakan yang reaktif adalah IgM atau IgG.
  5. Oleh karena itu, dilakukan beberapa pemeriksaan sebagai tindak lanjut dari hasil skrining diatas yaitu pengambilan swab tenggorok untuk pemeriksaan PCR untuk dikirim ke Surabaya dengan waktu tunggu hasil yang lumayan lama. Sambil menunggu hal tersebut pihak RSUD AM Parikesit telah berinisiatif untuk melakukan tes cepat dengan menggunakan alat tes lain yang mampu memberikan informasi terkait kadar IgM dan IgG dari seseorang. Jika yang reaktif adalah IgG saja, maka dapat dikatakan virus tidak aktif lagi didalam tubuh seseorang (sembuh tapi bukan kebal), namun jika IgM juga reaktif maka dapat disimpulkan bahwa virus masih aktif karena masih ada respon tubuh yang baru dan yang bersangkutan masih dapat menularkan.
  6. Pada tanggal 24 dan 25 April 2020 telah dilakukan tes cepat ulang terhadap 18 orang untuk mendeteksi IgM dan IgG dan semuanya menunjukkan hasil IgM dan IgG yang REAKTIF. Beberapa kesimpulan yang dapat di asumsikan adalah :
    • 18 (delapan belas) orang tersebut masih berpotensi menularkan.
    • Telah terjadi penularan pada 2 (dua) orang kontak erat, yang meskipun belum ada hasil PCR dapat diasumsikan telah terjadi transmisi lokal sebagai kesimpulan sementara sambil menunggu hasil PCR. Perlu saya jelaskan bahwa dapat saja terjadi perubahan analisa keadaan jika hasil PCR sudah keluar.
    • 2 (dua) poin diatas terpaksa harus di asumsikan agar dapat segera di lakukan langkah antisipatif untuk melindungi tertularnya masyarakat dari COVID-19 yang lebih luas.
  7. Dengan demikian dihimbau kepada seluruh masyarakat luas agar TETAP melindungi
    dirinya dari penularan COVID-19 dengan cara :
  • Jaga Jarak minimal 1 meter dengan orang lain
  • Selalu menggunakan masker jika bersama orang lain
  • Meminimalkan memegang benda-benda yang tidak harus dipegang
  • Selalu mencuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir
  • Tidak keluar rumah kecuali untuk tujuan yang sangat penting
  • Bekerja,belajar dan beribadah dari rumah
  •  Diminta agar pihak Kecamatan sesuai poin 3 melaksanakan upaya mitigasi,deteksi dan respon yang lebih ketat. Bagi kecamatan lain agar tetap waspada sambil menunggu hasil berikutnya.
  1. Dengan adanya pembatasan penerbangan, maka dapat saja terjadi perlambatan ketersediaan logistik kesehatan COVID-19 secara bermakna, oleh karena itu jaga diri anda masing-masing agar tidak tertular.
  2. Yang diharapkan dari kita adalah PATUH pada anjuran seperti poin 8 untuk diri kita masing-masing, bukan men-stigma berlebihan terhadap sesuatu yang belum kita ketahui dengan pasti.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kutai Kartanegara
dr Martina Yulianti SpPD,FINASIM-MARS

Link Terkait :

http://dinkes.kukarkab.go.id/baca-berita-174-kegiatan-pelaku-perjalanan-selama-masa-karantina.html

Copyright pkmsamboja.com© All rights reserved | Theme by pkmsamboja.com 2024

ALAMAT

  • Jl. Balikpapan Handil No.2 RT4 Sungai Seluang, Kec Samboja. Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur 75274
  • (0541) 7895762

LOKASI