Hasil Monitoring Evaluasi dan tindak langjut indicator nasional Mutu Puskesmas Samboja

Hasil Monitoring Evaluasi dan tindak langjut indicator nasional Mutu Puskesmas Samboja

SENIN, 31 Juli 2023

RUN CHART HASIL CAPAIAN

PENGUKURAN INDIKATOR NASIONAL MUTU, INDIKATOR MUTU PRIORITAS PUSKESMAS (IMPP) dan MUTU PRIORITAS PELAYANAN (IMPPel) PUSKESMAS SAMBOJA 2023

Berdasarkan Hasil Dari Grafik Indikator Nasional Mutu pada bulan Mei di dapatkan hasil pada INM Kepatuhan Kebersihan Tangan, Kepatuhan APD , Kepatuhan Identifikasi Pasien, Keberhasian Pengobatan TB SO, Pelayanan ANC sesuai Standar dan Kepuasan Pasien yaitu (100%) , Pada bulan Juni yang paling rendah yaitu Kepuasan pasien  (85,34%) , Pada bulan Juli terendah Pada INM Keberhasilan Pengobatan TB SO didapatkan hasil (60%), bulan Agustus INM keseluruhan  rata rata (100%) .

INDIKATOR MUTU PRIORITAS PELAYANAN (IMPPel) & INDIKATOR MUTU PRIORITASPUSKESMAS (IMPP) PUSKESMAS SAMBOJA TRIWULAN I

Kegiatan Prolanis di Desa Karya Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Samboja

Kegiatan Prolanis di Desa Karya Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Samboja

Kamis,12 Januari 2023

Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) sendiri merupakan sistem pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal . Sasaran dari program ini adalah seluruh peserta JKNKIS penyandang penyakit kronis yaitu diabetes melitus dan hipertensi.  

Kegiatan Prolanis ini di laksanakan setiap bulan sekali pada tanggal 12 di Desa Karya Jaya Wilayah Kerja Pusekesmas Samboja, Peserta prolanis ‘sehat jaya’ di Desa karya jaya lebih dari 30 orang  yaitu kebanyakan dari masyarakat lansia. Peserta Prolanis mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kemudian peserta dapat berkonsultasi dengan dokter dan langsung mendapatkan obat rutin bulanan. Kemudian di sambil pemeriksaan berjalan peserta mendengarkan edukasi/penyuluhan yang di berikan oleh tenaga kesehatan terkait GERMAS(Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), PHBS, hipertensi, Diabetes Millitus dll dan di akhiri dengan Senam Bersama .

Di dalam kegiatan tersebut juga di sediakan snack kotak yang berbagai macam makanan sehat seperti singkong , ubi, pisang rebus dll , selain itu kegiatan prolanis juga melibatkan kader kesehatan yang ada di wilayahnya untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut

Kegiatan prolanis di Desa Karya Jaya ini mulai aktif kembali pada bulan juli tahun 2022 sampai saat ini dan Diharapkan melalui program ini, penyandang penyakit kronis bisa mengelola kesehatannya dengan baik, serta kualitas hidup peserta tersebut tetap optimal, meskipun sedang menderita penyakit diabetes melitus ataupun hipertensi.

Kunjungan Tim Kesehatan Puskesmas Samboja di Kelurahan Sungai Seluang yang terdampak Banjir

Kunjungan Tim Kesehatan Puskesmas Samboja di Kelurahan Sungai Seluang yang terdampak Banjir

06/09/2021, 

 

Peristiwa Banjir Di Kecamatan Samboja , di sebabkan oleh hujan yang terus menerus turun dan volume air laut yang naik, sehingga menyebabkan banjir yang merendam rumah warga . Ada beberapa dampak yang akan timbul terkait masalah kesehatan akibat banjir yaitu , Ketika air kotor dalam jumlah banyak menggenang, masalah kesehatan pun tidak dapat dihindari. Beragam wabah gangguan kesehatan lebih mudah menyebar dan menyerang siapa saja, khususnya kaum lanjut usia dan anak-anak. Kerugian Ekonomi, Terjadinya kerusakan pada rumah dan barang-barang yang ada di dalamnya ternyata menimbulkan kerugian ekonomi. Di beberapa daerah yang merupakan tempat strategis bahkan bisa memperlambat perputaran roda ekonomi. Sulitnya Air bersih, apabila banjir datang, jumlah air bersih pun otomatis berkurang. Padahal air bersih sangat dibutuhkan dalam keadaan seperti ini. Aktifitas Warga Terhambat, Terhambatnya aktivitas warga menjadi hasil lain yang mungkin paling terasa saat kondisi ini melanda. Dampak banjir bagi masyarakat yang paling sederhana adalah terendamnya rumah sehingga membuat mereka harus melakukan penanganan terlebih dahulu sebelum beraktivitas.

Dari kejadian bencana alam ini, Tim Surveilans juga tim kesehatan Puskesmas Samboja melakukan pemantauan dan pendataan warga yang terdampak banjir , mengunjungi inspeksi dapur umum yang berada di Kelurahan Sungai Seluang, yang di bentuk oleh kelurahan setempat dan para relawan serta PMI sebagai upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir yang menimbulkan kerusakan-kerusakan atau kekotoran pada rumah masing masing warga,  dan juga Ada donatur yang memberi bahan makanan Sehingga Ibu-ibu RT masak untuk pagi siang dan sore, untuk di bagikan ke RT yang terdampak Banjir .

Disampaikan Bapak camat Ahmad Nurkhalish,S.Sos.,MSi ada beberapa kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Samboja yang terdampak banjir yaitu:

1 . Kelurahan Salok Api Laut terdapat 4 RT 89 KK masuk dalam kategori banjir sedang

2. Kelurahan  Margomulyo terdapat 6 RT 86 KK masuk dalam kategori banjir berat

3. Desa Karya Jaya Terdapat 7 RT 11 KK, 3 KK masuk dalam kategori banjir berat dan 8 KK kategori longsor berat

4. Kelurahan Sei Siluang jumlah RT yang terdampak 12 RT yaitu 471 KK kategori banjir berat

5. Kelurahan Salok Api Darat terdapat jumlah 10 RT yang terdampak sebanyak 57 KK kategori banjir sedang

6. Kelurahan Wonotirto 6 RT Jumlah KK 105 kategori banjir berat

Banyak dari mereka yang memilih untuk tetap tinggal di rumah masing-masing meskipun dalam kondisi banjir. Tetapi banyak juga masyarakat yang mengungsi untuk tinggal di rumah tetangga mereka , sembari membersihkan rumah penuh lumpur dan kotoran akibat anjir tersebut .

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Samboja

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Samboja

PENYULUHAN PHBS 6 LANGKAH CUCI TANGAN DAN CARA MEMAKAI MASKER YANG BAIK

Dalam Indikator PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) salah satunya mencuci tangan dengan air mengalir dengan sabun yang merupakan sekumpulan perilaku yang dilakukan karena kesadaran dari hasil pembelajaran, yang membuat individu atau keluarga dapat menjaga dan memelihara kesehatan serta berperan aktif untuk mewujudkan masyarakat sehat. Virus Corona ini menyebar dari cairan yang biasanya disebut droplet atau cairan pernafasan yang keluar saat batuk dan bersin. Maka dari itu pemerintah menganjurkan dan mewajibkan masyarakat untuk selalu memakai masker dan selalu cuci tangan dengan benar. Di masa Pandemi sekarang ini, masyarakat dihimbau untuk selalu rutin mencuci tangan guna mencegah penularan covid-19.  Salah satu pilar utama dalam Indonesia Sehat dan merupakan salah satu strategi untuk mengurangi beban negara dan masyarakat terhadap pembiayaan kesehatan yaitu PHBS (Kemenkes RI, 2014) 

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan upaya yang direkomendasikan untuk mencegah penyakit, dengan pertimbangan bahwa sabun mudah diperoleh dan terjangkau. CTPS yang benar adalah dengan memakai sabun dan air mengalir. Alasan dibaliknya adalah bahwa sabun terdiri dari rantai karbon hidrofobik yang melekat pada kuman di tangan yang disabuni dan membentuk molekul yang sangat halus. Ketika tangan dibilas air, sabun menggelontorkan molekul tersebut bersama kuman dan air bilasan. Dengan mekanisme inilah sabun mampu memutuskan rantai penyebaran kuman penyebab penyakit menular. Tangan kita merupakan bagian tubuh yang paling aktif dipergunakan dalam kehidupan seharihari. Sering kali tidak disadari betapa banyak benda yang disentuh selama kurun waktu 1 jam saja ,
Kegiatan penyuluhan PHBS ini di lakukan pada 9 kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas samboja, Pada saat kegiatan, masyarakat sangat memperhatikan dari penjelasan yang telah di sampaikan , membahas mengenai “tepung selaci puput”, trnyata banyak yang belum mengetahui apa itu “tepung selaci puput” ,lalu kemudian di jelaskan bahwa tepung selaci puput termasuk dalam 6 langkah cuci tangan yang baik dan benar , yaitu Telapak tangan , Punggung tangan , sela-sela jari, kunci, putar dan kemudian putar lagi tetapi dengan gerakan yang berbeda ,  kemudian mengarahkan masyarakat untuk  memperagakan cara mencuci tangan yang baik dan benar agar masarakat selalu ingat dengan cara 6 langkah mencuci tangan.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan tentang pentingnya mencuci tangan, masyarakat mulai mengetahui pentingnya mencuci tangan . Masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui 6 langkah mencuci tangan yang benar kemudian menjadi tau , dan akan mulai membiasakan diri untuk mencuci tangan. Kami mengharapkan dengan kegiatan ini masyarakat bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjauhkan dan menghindari diri mereka dari serangan penyakit khususnya Virus Corona .

Bagaimana Situasi Covid-19 di Kukar minggu kedua Juli?

Bagaimana Situasi Covid-19 di Kukar minggu kedua Juli?

Kasus Positif minggu ini sebanyak 1.369 kasus, naik sebanyak 775 jumlah dari minggu sebelumnya yang berjumlah 594 kasus. Rata-rata kasus positif diminggu ini yaitu 196 kasus, sehingga didapat 3 hari yang berjumlah di atas rata-rata mingguan. Kasus positif tertinggi diminggu ini sebesar 248 kasus.

Sementara untuk kasus sembuh di minggu ini sebanyak 233 kasus, naik sebanyak 106 kasus dari minggu sebelumnya yang berjumlah 127 kasus. Rata-rata kasus sembuh diminggu ini yaitu 33 kasus, sehingga didapat 4 hari yang berjumlah di atas rata-rata mingguan. Kasus sembuh tertinggi diminggu ini sebesar 47 kasus.

Sedangkan kasus meninggal dunia minggu ini berjumlah 17 kasus, naik 4 kasus dari minggu sebelumnya.

Jumlah Kasus Covid-19 di Kukar saat ini mencapai 14.924 kasus terdiri dari : 14.914 kasus baru dan 10 kasus reinfeksi, dengan rincian 1.895 orang sedang menjalani isolasi, 12.759 orang dinyatakan telah sembuh270 kasus meninggal dunia dan 7 kasus probable.(nf)

infografik : http://dinkes.kukarkab.go.id/statis-26-laporan-mingguan-covid19-kukar.html

Update Situasi Terkini Pandemi COVID-19 Kutai Kartanegara

Update Situasi Terkini Pandemi COVID-19 Kutai Kartanegara

Saat ini ketersediaan Rapid Diagnostik Test (RDT) untuk COVID-19 di Kutai Kartanegara cukup memadai, sehingga Dinas Kesehatan telah melakukan tes cepat terhadap kelompok berisiko tinggi menularkan serta kontak eratnya berdasarkan hasil pemetaan yang telah dibuat oleh tim surveilans Dinkes, salah satu kelompok berisiko tinggi ini adalah Pelaku Perjalanan dari acara Ijtima Gowa.

  1. Dari 263 orang yang sudah dilakukan tes cepat, terdapat sebanyak 21 orang dengan hasil reaktif dengan rincian 19 orang Pelaku Perjalanan dan 2 orang anggota keluarga dari 2 orang Pelaku Perjalanan tersebut. Kegiatan tes ini masih berlangsung terus di kecamatan-kecamatan yang ada d Kutai Kartanegara. Data memang berkembang dinamis di lapangan karena terdapat Pelaku Perjalanan yang baru sekarang melaporkan dirinya.
  2. Domisili Pelaku Perjalanan termasuk dengan kontak eratnya yang hasil test nya ditemukan reaktif berasal dari :
    • Muara Badak sebanyak 9 orang;
    • Tenggarong sebanyak 5 orang;
    • Sanga Sanga sebanyak 2 orang;
    • Loa Janan sebanyak 3 orang;
    • Loa Kulu sebanyak 2 orang
    • Informasi untuk kecamatan lain akan disampaikan setelah semua tes cepat selesai dilaksanakan.
  3. Saudara-saudara kita ini tidak menunjukkan gejala yang mengarah kepada COVID-19, namun jika nanti hasil swab nya positif maka status nya akan berubah menjadi Terkonfirmasi Positif.
  4. Sebagai informasi bahwa alat tes cepat yang digunakan di tahap pertama lebih berfungsi sebagai skrining awal. Saat tubuh merasa bahwa ada infeksi yang terjadi, kadar antibodi yang dikenal sebagai IgM di tubuh akan meningkat, sebagai persiapan melawan virus. Lalu, setelah beberapa saat, kadar IgM akan mulai menurun, digantikan oleh IgG yang akan muncul dalam waktu yang cukup lama. Skrining awal belum dapat membedakan yang reaktif adalah IgM atau IgG.
  5. Oleh karena itu, dilakukan beberapa pemeriksaan sebagai tindak lanjut dari hasil skrining diatas yaitu pengambilan swab tenggorok untuk pemeriksaan PCR untuk dikirim ke Surabaya dengan waktu tunggu hasil yang lumayan lama. Sambil menunggu hal tersebut pihak RSUD AM Parikesit telah berinisiatif untuk melakukan tes cepat dengan menggunakan alat tes lain yang mampu memberikan informasi terkait kadar IgM dan IgG dari seseorang. Jika yang reaktif adalah IgG saja, maka dapat dikatakan virus tidak aktif lagi didalam tubuh seseorang (sembuh tapi bukan kebal), namun jika IgM juga reaktif maka dapat disimpulkan bahwa virus masih aktif karena masih ada respon tubuh yang baru dan yang bersangkutan masih dapat menularkan.
  6. Pada tanggal 24 dan 25 April 2020 telah dilakukan tes cepat ulang terhadap 18 orang untuk mendeteksi IgM dan IgG dan semuanya menunjukkan hasil IgM dan IgG yang REAKTIF. Beberapa kesimpulan yang dapat di asumsikan adalah :
    • 18 (delapan belas) orang tersebut masih berpotensi menularkan.
    • Telah terjadi penularan pada 2 (dua) orang kontak erat, yang meskipun belum ada hasil PCR dapat diasumsikan telah terjadi transmisi lokal sebagai kesimpulan sementara sambil menunggu hasil PCR. Perlu saya jelaskan bahwa dapat saja terjadi perubahan analisa keadaan jika hasil PCR sudah keluar.
    • 2 (dua) poin diatas terpaksa harus di asumsikan agar dapat segera di lakukan langkah antisipatif untuk melindungi tertularnya masyarakat dari COVID-19 yang lebih luas.
  7. Dengan demikian dihimbau kepada seluruh masyarakat luas agar TETAP melindungi
    dirinya dari penularan COVID-19 dengan cara :
  • Jaga Jarak minimal 1 meter dengan orang lain
  • Selalu menggunakan masker jika bersama orang lain
  • Meminimalkan memegang benda-benda yang tidak harus dipegang
  • Selalu mencuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir
  • Tidak keluar rumah kecuali untuk tujuan yang sangat penting
  • Bekerja,belajar dan beribadah dari rumah
  •  Diminta agar pihak Kecamatan sesuai poin 3 melaksanakan upaya mitigasi,deteksi dan respon yang lebih ketat. Bagi kecamatan lain agar tetap waspada sambil menunggu hasil berikutnya.
  1. Dengan adanya pembatasan penerbangan, maka dapat saja terjadi perlambatan ketersediaan logistik kesehatan COVID-19 secara bermakna, oleh karena itu jaga diri anda masing-masing agar tidak tertular.
  2. Yang diharapkan dari kita adalah PATUH pada anjuran seperti poin 8 untuk diri kita masing-masing, bukan men-stigma berlebihan terhadap sesuatu yang belum kita ketahui dengan pasti.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kutai Kartanegara
dr Martina Yulianti SpPD,FINASIM-MARS

Link Terkait :

http://dinkes.kukarkab.go.id/baca-berita-174-kegiatan-pelaku-perjalanan-selama-masa-karantina.html

Update COVID-19 Kukar : Kecamatan Samboja Kembali Masuk Zona Merah

Update COVID-19 Kukar : Kecamatan Samboja Kembali Masuk Zona Merah

Dinkes KukarNews I Tenggarong  _ Update Press Release Kasus COVID-19 Kutai Kartanegara hari ini, Jum’at, 03 Juli 2020 disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kutai kartanegara, dr. Martina Yulianti, Sp.PD, FINASIM, M.Kes (MARS).

Hari ini disampaikan penambahan 2(dua) kasus terkonfirmasi positif KK-70 dan KK-71, Keduanya laki-laki berusia 48 tahun dan 30 tahun, berasal dari kecamatan samboja .

Kedua Pasien yang merupakan Orang tanpa Gejala (OTG)  tersebut, telah menjalani karantina di Wisma atlit Tenggarong seberang sejak dinyatakan positif COVID-19.

Dengan munculnya kembali Kasus terkonfirmasi positif di kecamatan Samboja ini, mengakibatkan kecamatan Samboja masuk kembali ke dalam Zona merah, yang beberapa hari sebelumnya sudah di zona hijau.

Hal ini berimplikasi terhadap warga Samboja khususnya dan warga Kutai Kartanegara pada umummnya harus lebih waspada terhadap penularan COVID-19 dengan cara  mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi ini dimanapun berada untuk mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19.

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kukar hingga hari ini berjumlah 71 kasus terdiri dari 3 orang sedang menjalani perawatan dan 68 kasus dinyatakan telah sembuh.

Berdasarakan angka Insiden COVID-19 sampai hari (3/7), Angka Reproduksi Efektif (Rt) Kukar meningkat menjadi 1.25 , yang menunjukkan potensi penularan COVID-19 meningkat dari sebelumnya 0,45.(stw)

Copyright pkmsamboja.com© All rights reserved | Theme by pkmsamboja.com 2024

ALAMAT

  • Jl. Balikpapan Handil No.2 RT4 Sungai Seluang, Kec Samboja. Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur 75274
  • (0541) 7895762

LOKASI